Jakarta, 25 Oktober 2026 – Mencuci wajah merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan waktu paling tepat untuk membersihkan wajah, terutama antara pagi dan malam hari. Dokter spesialis kulit menjelaskan bahwa waktu mencuci wajah sebenarnya dapat disesuaikan dengan jenis kulit, aktivitas sehari-hari, serta produk perawatan yang digunakan. Kebiasaan membersihkan wajah tidak harus mengikuti jadwal yang sama untuk setiap orang karena kebutuhan kulit dapat berbeda. Hal terpenting adalah menjaga konsistensi perawatan tanpa melakukan pembersihan secara berlebihan yang berpotensi menyebabkan iritasi.
ANTARA News
Dokter spesialis kulit Jon Kibbie, MD, yang merupakan asisten profesor dermatologi di University of Colorado Anschutz School of Medicine, menjelaskan bahwa sebagian besar orang cukup mencuci wajah satu hingga dua kali sehari. Menurutnya, mencuci wajah pada pagi dan malam hari merupakan pilihan praktis yang dapat diterapkan dalam rutinitas harian. Namun, tidak terdapat perbedaan berarti antara membersihkan wajah ketika mandi pagi atau sesaat setelah mandi. Waktu tersebut dapat disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing individu selama kebersihan kulit tetap terjaga. Kibbie menekankan bahwa pemilihan waktu yang tepat sebaiknya mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan kulit.
Mencuci wajah pada pagi hari dapat membantu membersihkan minyak alami dan keringat yang terkumpul selama tidur. Aktivitas tersebut juga mempersiapkan kulit sebelum menggunakan pelembap dan tabir surya untuk menghadapi aktivitas di luar ruangan. Bagi pemilik kulit berminyak, pembersihan pagi hari dapat membantu mengurangi penumpukan minyak pada permukaan wajah. Sementara itu, orang dengan kulit kering atau sensitif mungkin memerlukan pendekatan yang lebih lembut agar kelembapan alami kulit tetap terjaga. Pemilihan produk pembersih yang sesuai menjadi faktor penting untuk mencegah kulit terasa tertarik atau mengalami iritasi setelah dibersihkan.
Selain pagi hari, membersihkan wajah pada malam hari memiliki manfaat penting karena kulit telah terpapar berbagai kotoran selama beraktivitas. Debu, polusi udara, keringat, minyak, serta sisa kosmetik dapat menempel pada permukaan kulit sepanjang hari. Apabila tidak dibersihkan dengan baik, penumpukan tersebut dapat meningkatkan risiko penyumbatan pori-pori dan memperburuk masalah kulit tertentu. Kibbie menyarankan agar pembersihan wajah dilakukan mendekati waktu tidur, terutama bagi orang yang menggunakan produk perawatan malam seperti retinoid. Dengan demikian, kulit dapat dibersihkan terlebih dahulu sebelum melanjutkan tahapan perawatan sesuai kebutuhan.
Bagi masyarakat yang hanya memiliki waktu untuk mencuci wajah sekali sehari, Kibbie menjelaskan bahwa tidak terdapat ketentuan mutlak mengenai waktu terbaik. Meski demikian, ia lebih menyarankan pembersihan pada malam hari apabila seseorang kesulitan mempertahankan rutinitas mencuci wajah pada pagi hari. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan menghilangkan kotoran dan sisa produk yang menumpuk setelah beraktivitas. Membersihkan wajah sebelum tidur juga memberikan kesempatan untuk menggunakan produk perawatan malam pada kulit yang telah dibersihkan. Namun, kebutuhan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan aktivitas masing-masing individu.
Aktivitas fisik juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan waktu mencuci wajah. Orang yang rutin berolahraga atau bekerja di lingkungan panas cenderung menghasilkan lebih banyak keringat sehingga mungkin membutuhkan pembersihan tambahan. Keringat yang dibiarkan terlalu lama pada kulit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama apabila bercampur dengan minyak dan kotoran. Karena itu, wajah sebaiknya dibersihkan setelah aktivitas yang menyebabkan keringat berlebihan. Meski demikian, penggunaan pembersih wajah yang terlalu sering perlu dihindari karena dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit dan menyebabkan kekeringan.
American Academy of Dermatology
Selain memperhatikan waktu, cara mencuci wajah juga menentukan hasil perawatan kulit. Dermatolog menyarankan penggunaan pembersih yang lembut, tidak bersifat abrasif, dan tidak mengandung bahan yang mudah menyebabkan iritasi. Wajah sebaiknya dibasahi menggunakan air suam-suam kuku, kemudian dibersihkan secara perlahan dengan ujung jari tanpa menggosok terlalu keras. Setelah dibilas hingga bersih, kulit dapat dikeringkan menggunakan handuk lembut dengan gerakan menepuk. Penggunaan pelembap setelah mencuci wajah juga dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki kulit kering atau mudah mengalami iritasi.
Mencuci wajah terlalu sering bukan berarti memberikan hasil yang lebih baik bagi kesehatan kulit. Pembersihan berlebihan dapat menghilangkan sebagian minyak alami yang berfungsi mempertahankan kelembapan dan melindungi permukaan kulit. Akibatnya, kulit berpotensi mengalami kemerahan, rasa perih, kekeringan, atau gangguan pada lapisan pelindungnya. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif atau mudah berjerawat. Oleh karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan reaksi kulit setelah menggunakan produk pembersih dan menyesuaikan rutinitas apabila muncul tanda-tanda iritasi.
American Academy of Dermatology
Secara keseluruhan, waktu terbaik untuk mencuci wajah bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan setiap individu. Pagi dan malam hari dapat menjadi pilihan yang baik, sementara pembersihan setelah berkeringat diperlukan untuk menjaga kenyamanan kulit. Bagi orang yang hanya mencuci wajah sekali sehari, malam hari dapat diprioritaskan untuk mengangkat kotoran yang terkumpul sepanjang aktivitas. Pemilihan produk yang lembut, teknik pembersihan yang tepat, serta penggunaan pelembap juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit. Dengan rutinitas yang konsisten dan sesuai jenis kulit, kebersihan wajah dapat terjaga tanpa meningkatkan risiko iritasi akibat perawatan berlebihan.




