Intan Jaya, 19 Oktober 2026 – Aparat keamanan dari Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan sebuah bangunan tersembunyi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap VIII Soanggama di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Bangunan menyerupai bunker tersebut ditemukan dalam kegiatan penyisiran kawasan hutan di sekitar perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Sabtu (17/10/2026). Lokasinya berada di tengah vegetasi lebat sehingga sulit terlihat dari luar. Saat memeriksa bangunan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Penemuan ini menjadi bagian dari upaya aparat menelusuri keberadaan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah pegunungan Papua.
Bangunan yang ditemukan aparat memiliki bentuk menyerupai honai dengan bagian tertentu tertutup tanah dan tumbuhan hutan. Kondisi tersebut membuat tempat persembunyian terlihat menyatu dengan lingkungan sekitar sehingga keberadaannya tidak mudah diketahui. Pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di sekitar lokasi juga memberikan perlindungan alami terhadap pengamatan dari kejauhan. Berdasarkan pemeriksaan awal, bangunan itu diduga digunakan sebagai lokasi persinggahan atau tempat menyimpan perlengkapan kelompok bersenjata. Namun, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan aktivitas yang sebelumnya berlangsung di tempat tersebut. Pemeriksaan terhadap bangunan dan barang-barang yang ditemukan menjadi langkah awal untuk mengungkap fungsi lokasi secara lebih terperinci.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian petugas adalah ratusan selongsong peluru yang berada di sekitar bangunan. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa aparat menemukan sebanyak 559 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Selain itu, petugas mengamankan sejumlah komponen senjata api yang diduga pernah digunakan atau disimpan di lokasi tersebut. Barang-barang yang ditemukan meliputi dua set senapan dalam kondisi terurai, satu popor senapan, satu laras senapan, serta tiga pompa tangan senapan. Seluruh komponen tersebut diperiksa untuk mengetahui jenis, kondisi, dan kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas kelompok bersenjata. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai asal-usul perlengkapan yang ditemukan.
Selain komponen senjata, petugas menemukan sebilah pisau karambit, bendera Bintang Kejora, dan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata. Salah satu dokumen yang diamankan berupa laporan TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang ditujukan kepada Batalyon Uwia. Petugas juga menemukan buku catatan dengan stempel TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah Kodap VIII Intan Jaya. Dokumen lain yang turut diperiksa berisi catatan mengenai transaksi jual beli amunisi. Temuan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memberikan gambaran mengenai hubungan antaranggota maupun aktivitas kelompok di kawasan tersebut. Meski demikian, aparat masih perlu memverifikasi isi dokumen sebelum menarik kesimpulan mengenai keterkaitannya dengan tindak pidana tertentu.
Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas turut mengamankan sejumlah barang pribadi dan perlengkapan yang ditemukan di sekitar lokasi. Barang-barang tersebut meliputi perangkat elektronik, noken, serta jaket berwarna hitam dan merah. Dokumen identitas yang ditemukan juga didata untuk membantu proses penelusuran terhadap pihak yang diduga pernah menggunakan bangunan tersebut. Seluruh barang yang dianggap relevan menjadi bagian dari bahan pemeriksaan aparat. Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah lokasi tersebut digunakan secara aktif atau telah ditinggalkan sebelum kedatangan petugas. Aparat belum mengumumkan adanya penangkapan anggota kelompok bersenjata dalam kegiatan penemuan bunker tersebut.
Setelah proses pemeriksaan awal dan pendataan barang selesai dilakukan, aparat memusnahkan bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian tersebut. Langkah itu diambil untuk mencegah lokasi kembali dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan kelompok bersenjata. Petugas terlebih dahulu memastikan barang-barang yang diperlukan untuk pemeriksaan telah diamankan. Pemusnahan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di sekitar kawasan hutan. Meski tempat persembunyian telah dihancurkan, proses penyelidikan terhadap berbagai temuan masih berlanjut. Aparat berupaya mengembangkan informasi yang diperoleh untuk mengetahui kemungkinan keberadaan lokasi serupa di wilayah lainnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menekankan pentingnya penanganan seluruh barang temuan secara profesional dan berdasarkan prosedur hukum. Pemeriksaan terhadap selongsong peluru, komponen senjata, dan dokumen diperlukan untuk menentukan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana. Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengajak masyarakat membantu menjaga keamanan dengan menyampaikan informasi mengenai aktivitas yang mencurigakan kepada aparat. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan di wilayah Papua Tengah. Aparat juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan warga sipil selama pelaksanaan kegiatan penegakan hukum. Koordinasi dengan masyarakat setempat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Penemuan bunker yang diduga digunakan KKB Kodap VIII Soanggama memperlihatkan tantangan pengamanan di wilayah hutan dan pegunungan Papua yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau. Kawasan dengan vegetasi lebat memungkinkan keberadaan bangunan tersembunyi tidak mudah terdeteksi melalui pengamatan biasa. Oleh karena itu, aparat terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah lokasi yang dianggap rawan menjadi tempat persinggahan kelompok bersenjata. Temuan 559 selongsong peluru serta sejumlah perlengkapan lainnya kini menjadi bahan penting dalam pemeriksaan lanjutan. Aparat berharap penelusuran tersebut dapat membantu mengungkap aktivitas kelompok bersenjata sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan berikutnya. Upaya pengamanan juga diharapkan memberikan perlindungan bagi masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenang.




