Samarinda, 30 September 2026 – Borneo FC Samarinda masih menghadapi pekerjaan besar meski telah mengumpulkan enam poin pada awal Super League 2026/2027. Pelatih Mauro Jeronimo menilai proses membangun chemistry antarpemain belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan karena komposisi skuad mengalami perubahan besar. Pesut Etam mencatatkan dua kemenangan dan satu kekalahan dari tiga pertandingan awal sehingga mengoleksi enam poin. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi tim ketika kompetisi memasuki jeda internasional. Namun, Mauro menegaskan performa Borneo FC masih berpotensi mengalami pasang surut selama proses adaptasi berlangsung.
Perubahan besar pada komposisi pemain menjadi tantangan utama yang dihadapi tim pelatih. Mauro menyebut Borneo FC memiliki sekitar 27 hingga 28 pemain baru pada musim ini sehingga membutuhkan waktu untuk membangun hubungan permainan yang kuat. Kondisi tersebut membuat setiap pemain harus mempelajari karakter, pergerakan, kelebihan, serta kekurangan rekan setimnya. Proses itu tidak dapat diselesaikan hanya melalui beberapa pertandingan pada awal musim. Latihan sehari-hari menjadi kesempatan penting untuk memperkuat koordinasi dan menemukan kombinasi pemain yang paling efektif.
Mauro meminta seluruh elemen tim tetap realistis dalam melihat perkembangan Borneo FC. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, membangun ikatan di antara puluhan pemain baru merupakan proses yang tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Para pemain harus terus berlatih bersama agar semakin memahami keputusan dan kebiasaan masing-masing ketika berada di lapangan. Chemistry yang kuat dinilai penting agar pola permainan yang disiapkan tim pelatih dapat diterapkan secara konsisten. Karena itu, Borneo FC masih terus mencari keseimbangan terbaik dalam komposisi skuadnya.
Tantangannya, proses membangun tim harus dilakukan bersamaan dengan tuntutan untuk mendapatkan hasil positif. Mauro menyadari sepak bola profesional tidak memberikan banyak waktu kepada sebuah tim untuk berkembang tanpa meraih kemenangan. Setiap pertandingan tetap membawa target tiga poin meskipun skuad masih berada dalam tahap adaptasi. Situasi tersebut membuat tim pelatih harus menemukan cara agar perkembangan permainan berjalan tanpa mengorbankan hasil. Enam poin yang telah dikumpulkan menjadi modal awal, tetapi Borneo FC masih membutuhkan konsistensi untuk menghadapi perjalanan kompetisi yang panjang.
Persoalan chemistry sebenarnya telah menjadi perhatian Mauro sejak awal musim. Menjelang pertandingan menghadapi Bali United pada 20 September, ia menjelaskan bahwa banyaknya pemain baru membuat tim pelatih terus menguji kombinasi terbaik. Kondisi itu juga menjadi salah satu alasan tidak seluruh pemain asing langsung mendapatkan kesempatan bermain. Mauro ingin melihat pemain mana yang mempunyai koneksi lebih baik ketika ditempatkan bersama di lapangan. Proses seleksi dan evaluasi tersebut terus dilakukan agar Borneo FC menemukan kerangka tim yang mampu tampil lebih stabil.
Tantangan Borneo FC semakin besar karena mereka tidak hanya berkompetisi di level domestik. Pesut Etam juga harus menjalani agenda ASEAN Club Championship dan AFC Challenge League sehingga kedalaman serta kesiapan seluruh pemain menjadi semakin penting. Jadwal lintas kompetisi menuntut Mauro melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas permainan secara drastis. Pada 7 Oktober 2026, Borneo FC dijadwalkan bertandang menghadapi Buriram United di Chang Arena, Thailand, dalam ASEAN Club Championship. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi ujian berikutnya terhadap perkembangan koordinasi skuad baru Borneo FC.
Jeda internasional kini dapat dimanfaatkan Borneo FC untuk memperkuat komunikasi, kebugaran, dan pemahaman taktik antarpemain. Mauro berharap proses tersebut membuat permainan tim semakin stabil ketika kompetisi kembali bergulir. Dengan jumlah pemain baru yang sangat besar, kesinambungan permainan menjadi aspek yang perlu dibangun secara bertahap sepanjang musim. Enam poin pada fase awal memberikan dasar yang cukup positif, tetapi tantangan sesungguhnya berada pada kemampuan Pesut Etam mempertahankan hasil sembari memperkuat chemistry. Borneo FC pun dituntut mempercepat proses pembentukan tim karena jadwal pertandingan domestik dan regional akan terus memberikan tekanan sepanjang musim.




