Jakarta, 27 September 2026 –
Menteri Luar Negeri RI Sugiono kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan nasional Indonesia, Sugiono menyatakan Palestina menjadi salah satu ujian paling nyata bagi kemampuan masyarakat internasional dalam menegakkan hukum internasional. Indonesia menegaskan akan terus mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Dukungan tersebut juga diarahkan pada terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat melalui solusi dua negara.
Sugiono menyoroti situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang menurut pemerintah Indonesia menunjukkan pentingnya penegakan hukum internasional secara konsisten. Ia mengingatkan bahwa kedaulatan harus dihormati dan kolonialisme harus diakhiri. Menurut Sugiono, pengalaman sejarah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan menjadi salah satu dasar konsistensi dukungan terhadap hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Palestina. Indonesia memandang prinsip tersebut tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap Piagam PBB dan sistem multilateral.
Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak menentukan nasib sendiri terpenuhi. Indonesia juga tetap mendukung terwujudnya Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan solusi dua negara, hukum internasional, serta parameter yang disepakati secara internasional. Pemerintah menilai persoalan Palestina tidak hanya menjadi isu regional di Timur Tengah. Penyelesaiannya dipandang sebagai bagian dari ujian terhadap kredibilitas sistem internasional dalam menerapkan prinsip yang selama ini disepakati bersama.
Sikap tersebut melanjutkan agenda diplomasi Indonesia sepanjang rangkaian Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Sebelum menyampaikan pernyataan nasional, Sugiono juga mengikuti pertemuan tingkat menteri yang membahas implementasi solusi dua negara. Dalam forum itu, Indonesia mendesak percepatan langkah konkret karena rakyat Palestina masih menghadapi kekerasan dan pengungsian. Indonesia menilai meningkatnya dukungan internasional terhadap solusi dua negara perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Palestina.
Indonesia juga membawa isu Palestina dalam Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di sela-sela rangkaian pertemuan PBB. Sugiono mendorong negara-negara anggota OKI memperkuat persatuan agar solidaritas terhadap Palestina dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih efektif. Indonesia turut menekankan pentingnya penegakan hukum internasional dan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi. Diplomasi melalui OKI menjadi salah satu jalur yang digunakan Indonesia untuk mempertahankan perhatian internasional terhadap kemerdekaan Palestina.
Selain Palestina, Sugiono menggunakan forum Majelis Umum PBB untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme dan perdamaian dunia. Indonesia juga mengumumkan pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030. Dalam pencalonan tersebut, Indonesia membawa semangat “Membina Persatuan, Memajukan Perdamaian” dan menyatakan akan menjaga ruang dialog dengan berbagai pihak. Pemerintah menempatkan pencalonan tersebut sebagai bagian dari upaya memperbesar kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Pernyataan Sugiono di New York kembali memperlihatkan posisi resmi Indonesia yang konsisten mendukung hak-hak rakyat Palestina dan penyelesaian berdasarkan solusi dua negara. Indonesia juga menempatkan isu Palestina sebagai bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai efektivitas hukum internasional dan sistem multilateral. Melalui forum PBB, OKI, serta berbagai pertemuan bilateral dan multilateral, pemerintah menyatakan akan terus membawa isu kemerdekaan Palestina dalam agenda diplomasi internasional. Sikap tersebut menjadi salah satu pesan utama Indonesia dalam rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum PBB tahun ini.




