Bener Meriah, 28 September 2026 –
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Senin (28/9/2026) dini hari. Gempa tercatat terjadi pada pukul 00.54.05 WIB dan getarannya turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah. Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat. Kedalaman gempa tercatat relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
BMKG mencatat titik gempa berada pada koordinat 4,76 Lintang Utara dan 96,70 Bujur Timur. Episenternya terletak sekitar 18 kilometer sebelah barat Bener Meriah. Lokasi pusat gempa yang berada di daratan membuat getaran dapat dirasakan masyarakat meskipun magnitudonya relatif kecil. Parameter tersebut merupakan hasil pemutakhiran informasi gempa yang dirasakan.
Getaran gempa dilaporkan mencapai intensitas III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Pada tingkat III MMI, getaran umumnya dapat dirasakan nyata di dalam rumah, terutama oleh orang yang sedang berada dalam kondisi diam. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat bergoyang. Tingkat intensitas ini menggambarkan dampak getaran yang dirasakan masyarakat, bukan besarnya energi gempa.
Hingga informasi awal disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Gempa bermagnitudo 3,4 ini juga tidak disertai informasi mengenai ancaman tsunami karena pusatnya berada di daratan. Masyarakat tetap diminta memperhatikan informasi resmi apabila terjadi perkembangan parameter gempa. BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan.
Karena memiliki kedalaman 10 kilometer, gempa Bener Meriah termasuk gempa dangkal berdasarkan parameter kedalamannya. Gempa dangkal dapat menghasilkan getaran yang terasa cukup jelas di sekitar episenter meskipun magnitudonya tidak besar. Namun, dampak setiap gempa dapat berbeda karena dipengaruhi jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, dan karakteristik bangunan. Karena itu, besarnya magnitudo tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk memperkirakan dampak di permukaan.
BMKG menekankan bahwa informasi gempa yang disampaikan dalam waktu cepat dapat mengalami perubahan setelah data yang lebih lengkap diperoleh. Pemutakhiran parameter merupakan bagian dari proses analisis untuk mendapatkan informasi lokasi, magnitudo, dan kedalaman yang semakin akurat. Masyarakat diimbau tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan setelah terjadi gempa. Informasi terbaru mengenai aktivitas seismik sebaiknya mengacu pada kanal resmi kebencanaan.
Gempa M3,4 di Bener Meriah menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap aktivitas gempa bumi. Warga dapat memastikan jalur evakuasi tetap mudah diakses serta mengenali tempat aman di dalam maupun di luar bangunan. Apabila kembali terjadi guncangan, masyarakat disarankan melindungi diri dari benda yang berpotensi jatuh dan menjauhi bangunan yang terlihat mengalami kerusakan. Kewaspadaan tetap diperlukan tanpa menimbulkan kepanikan, terutama apabila terjadi gempa susulan dalam waktu berikutnya.




