Jakarta, 26 September 2026 –
Giovanni Di Lorenzo menegaskan Timnas Italia telah memberikan kemampuan terbaik meski harus menerima kekalahan 0-2 dari Belgia pada pertandingan pembuka Grup A1 UEFA Nations League 2026-2027. Bermain di Stadion Olimpico, Roma, Jumat, 25 September 2026 waktu setempat, Gli Azzurri gagal mengawali periode kedua Roberto Mancini sebagai pelatih dengan hasil positif. Belgia membawa pulang tiga poin melalui gol Mika Godts dan Dodi Lukebakio. Kekalahan tersebut membuat Italia harus segera berbenah sebelum menjalani pertandingan berikutnya.
Di Lorenzo mengakui kekecewaan tidak dapat dihindari karena Italia ingin memulai era baru dengan kemenangan di depan pendukung sendiri. Namun, kapten Napoli tersebut menilai para pemain sudah mengerahkan seluruh kemampuan sepanjang pertandingan. Menurutnya, Italia masih memiliki sejumlah aspek positif yang dapat dijadikan fondasi untuk berkembang. Ia juga menekankan bahwa proses membangun kembali tim membutuhkan waktu dan kesabaran. Hasil melawan Belgia karena itu tidak boleh membuat skuad kehilangan kepercayaan terhadap arah yang sedang dibangun Mancini.
Italia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan beberapa situasi menjanjikan. Belgia justru tampil lebih efektif ketika mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik. Godts membuka keunggulan tim tamu sebelum Lukebakio memperbesar jarak dan membuat tugas Italia semakin berat. Di Lorenzo mengakui Belgia mempunyai pemain-pemain berkualitas yang dapat menghukum kesalahan sekecil apa pun. Efektivitas tersebut menjadi salah satu perbedaan utama antara kedua tim pada pertandingan ini.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi awal yang sulit bagi Mancini setelah kembali menangani Gli Azzurri. Pelatih yang sebelumnya membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu kembali dengan tugas membangun ulang tim setelah kegagalan Italia mencapai Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Dalam pemanggilan pertamanya pada periode kedua, Mancini membawa skuad berisi 34 pemain dan memberikan ruang cukup besar kepada wajah-wajah baru. Sebanyak 11 pemain yang dipanggil belum pernah mencatatkan penampilan bersama tim nasional senior sebelum periode internasional ini. Langkah tersebut memperlihatkan besarnya proses regenerasi yang sedang dilakukan Italia.
Di Lorenzo meminta lingkungan di sekitar tim nasional tidak terburu-buru memberikan penilaian setelah satu pertandingan. Menurutnya, membongkar seluruh kerja tim hanya karena kekalahan pertama tidak akan membantu perkembangan skuad. Italia kini memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan sejumlah nama muda yang masih membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola internasional. Proses tersebut juga menjadi tantangan bagi Mancini dalam menemukan keseimbangan terbaik antara hasil jangka pendek dan pembangunan tim untuk masa depan. Dukungan dan kesabaran dinilai diperlukan agar perubahan yang sedang dilakukan dapat menghasilkan perkembangan nyata.
Meski skor akhir memperlihatkan kemenangan dua gol bagi Belgia, Italia tetap memperoleh bahan evaluasi dari permainan mereka. Kemampuan mengembangkan serangan perlu diikuti ketajaman yang lebih baik ketika memasuki sepertiga akhir lapangan, sementara perlindungan terhadap serangan balik lawan juga membutuhkan perhatian. Belgia menunjukkan bagaimana transisi cepat dapat menjadi senjata efektif ketika Italia kehilangan keseimbangan setelah menyerang. Mancini kini mempunyai pekerjaan untuk memperbaiki detail tersebut tanpa menghilangkan keberanian para pemain muda yang mulai mendapatkan kesempatan. Perbaikan dalam pengambilan keputusan menjadi penting apabila Italia ingin segera memperoleh hasil positif di Nations League.
Pernyataan Di Lorenzo pada akhirnya menggambarkan suasana Italia setelah pertandingan: kecewa terhadap hasil, tetapi belum kehilangan keyakinan terhadap proses yang baru dimulai. Gli Azzurri memang membutuhkan hasil untuk memulihkan kepercayaan diri setelah periode sulit dalam beberapa tahun terakhir, namun perubahan besar tidak dapat diukur hanya melalui satu pertandingan. Kekalahan dari Belgia memberikan gambaran mengenai bagian permainan yang harus segera diperbaiki sekaligus menjadi ujian awal bagi proyek baru Mancini. Italia kini dituntut mengubah kerja keras yang disebut Di Lorenzo menjadi performa yang lebih efektif pada pertandingan selanjutnya. Respons dalam laga berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Gli Azzurri untuk menunjukkan perkembangan setelah awal yang tidak sesuai harapan.




