Yogyakarta, 6 November 2026 – PSIM Yogyakarta harus menerima hasil mengecewakan setelah mengalami kekalahan dramatis dari Dewa United dalam lanjutan kompetisi Super League Indonesia musim 2026–2027. Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut menghadirkan persaingan ketat antara kedua tim. PSIM berusaha memberikan perlawanan sepanjang pertandingan, tetapi Dewa United mampu memanfaatkan peluang untuk mengamankan hasil positif. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim berjuluk Laskar Mataram dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Sejak awal pertandingan, kedua kesebelasan memperlihatkan keinginan kuat untuk menguasai permainan. PSIM mencoba membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan pemain dari sektor sayap. Sementara itu, Dewa United berusaha mengimbangi permainan dengan menjaga organisasi pertahanan dan mencari kesempatan melakukan serangan balik. Persaingan di lini tengah berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama berusaha mengendalikan tempo pertandingan.
Dewa United membuka keunggulan melalui tendangan penalti Denilson Junior pada menit ke-11. Wasit menunjuk titik putih setelah Adrian Dalmau dinilai melakukan handball di dalam kotak penalti berdasarkan pemeriksaan VAR. Denilson berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dan membawa tim tamu unggul 1-0. PSIM kemudian meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, hingga babak pertama berakhir, keunggulan Dewa United tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, PSIM tampil lebih agresif dengan meningkatkan intensitas serangan. Usaha tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66 melalui sundulan Ezequiel Vidal. Gol tersebut tercipta setelah Vidal memanfaatkan umpan silang Yusaku Yamadera dari sisi kiri lapangan. Kiper Dewa United, Sonny Stevens, tidak mampu menghalau bola yang mengarah ke gawangnya. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin terbuka.
Setelah skor kembali imbang, kedua tim berusaha menciptakan peluang untuk mendapatkan gol kemenangan. Dewa United meningkatkan tekanan melalui pergerakan pemain depan, sementara PSIM berusaha menjaga keseimbangan permainan. Pertandingan berlangsung semakin menegangkan ketika memasuki menit-menit akhir. Saat hasil imbang tampak semakin dekat, Dewa United justru berhasil melancarkan serangan balik berbahaya. Situasi tersebut menjadi awal terciptanya gol penentu kemenangan tim tamu.
Taisei Marukawa muncul sebagai pahlawan Dewa United setelah mencetak gol pada masa tambahan waktu babak kedua. Pemain asal Jepang tersebut menggiring bola menuju kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang gagal dijangkau Cahya Supriadi. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Dewa United. Para pemain PSIM sempat melayangkan protes terhadap proses terjadinya gol, tetapi wasit tetap mengesahkannya. Hingga pertandingan berakhir, Laskar Mataram tidak mampu mencetak gol balasan.
Kemenangan dramatis tersebut membawa Dewa United naik ke puncak klasemen sementara Super League 2026–2027 dengan koleksi 20 poin dari sembilan pertandingan. Tim berjuluk Banten Warriors berhasil menggeser Persija Jakarta dari posisi teratas. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta masih tertahan di peringkat ke-15 dengan lima poin. Hasil ini menjadi tantangan bagi pelatih Risto Vidakovic untuk memperbaiki performa tim pada pertandingan berikutnya. PSIM diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi hingga menit terakhir agar tidak kembali kehilangan poin penting dalam persaingan kompetisi.




