Jakarta, 27 Agustus 2026 – Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet menyisakan situasi darurat. Ratusan orang masih belum ditemukan setelah air bah dan material longsor menerjang kawasan permukiman, jalur transportasi, serta sejumlah fasilitas penting.
Angka 558 orang hilang yang beredar merujuk pada korban yang belum ditemukan di wilayah Tibet, China. Otoritas setempat melaporkan tiga orang tewas dan 558 lainnya masih hilang setelah longsor yang dipicu runtuhnya gletser menerjang kawasan Gyirong. Dari jumlah tersebut, 260 orang merupakan warga negara asing.
Sementara itu, di sisi Nepal, jumlah korban meninggal juga terus bertambah. Kepolisian Nepal melaporkan sedikitnya 162 orang tewas, sedangkan ratusan lainnya masih belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menyapu wilayah perbatasan.
Ratusan Turis dan Warga Asing Belum Ditemukan
Bencana tersebut berdampak besar terhadap wisatawan dan peziarah yang berada di kawasan Himalaya. Pemerintah Nepal sebelumnya mencatat 403 orang masih hilang, termasuk 341 warga negara asing.
Dalam perkembangan terbaru, Departemen Pariwisata Nepal menyebut sekitar 468 wisatawan dan pelancong masih belum dapat dihubungi, terdiri dari 393 warga asing dan 75 warga Nepal.
Sejumlah negara turut mencari warganya yang terdampak. Di antara mereka terdapat warga India, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada.
Kawasan tersebut memang menjadi jalur penting bagi wisatawan dan peziarah menuju wilayah Gunung Kailash dan Danau Manasarovar.
Air Bah Membawa Lumpur dan Material Longsor
Banjir terjadi secara tiba-tiba dan membawa aliran air bercampur lumpur, batu, serta material longsoran dalam jumlah besar. Arus deras menghantam bangunan dan kendaraan serta merusak jalan dan jembatan.
Rekaman dari lokasi menunjukkan sejumlah kawasan tertutup lumpur tebal. Beberapa kendaraan tertimbun dan bangunan mengalami kerusakan berat akibat derasnya aliran air.
Di sejumlah wilayah, akses menuju lokasi bencana juga terputus sehingga proses pencarian korban menjadi semakin sulit.
Diduga Dipicu Runtuhnya Gletser
Bencana awalnya sempat dikaitkan dengan aktivitas seismik. Namun, analisis terbaru menyebut runtuhnya gletser yang memicu longsoran es dan batu sebagai penyebab utama terbentuknya aliran banjir besar.
Material tersebut kemudian menghambat aliran sungai sebelum air menerobos dan menghasilkan gelombang banjir yang sangat kuat ke wilayah di bawahnya.
Kondisi geografis Himalaya yang berupa lembah-lembah sempit membuat dampak aliran air menjadi semakin besar ketika terjadi longsoran atau luapan sungai.
Tim Penyelamat Terus Dikerahkan
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua sisi perbatasan. Tim penyelamat menggunakan helikopter dan berbagai peralatan untuk menjangkau daerah yang terisolasi.
Di Tibet, lebih dari 1.500 personel telah dikerahkan, termasuk petugas pemadam kebakaran, militer, serta tim teknis. Dua orang yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Di Nepal, personel militer dan aparat keamanan juga terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Namun, kerusakan jalan dan jembatan membuat beberapa wilayah sulit dijangkau.
Korban Masih Berpotensi Bertambah
Jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah karena proses pendataan dan pencarian belum selesai. Sebagian wilayah terdampak masih sulit diakses, sementara komunikasi di beberapa lokasi juga mengalami gangguan.
Bencana ini menjadi salah satu tragedi banjir paling parah yang melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi pegunungan yang rentan terhadap longsor dan perubahan pada sistem gletser membuat wilayah tersebut menghadapi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Hingga Kamis (27/8/2026), ratusan orang masih dalam pencarian. Angka 558 orang yang hilang merupakan data dari sisi Tibet, sementara Nepal juga melaporkan ratusan wisatawan dan warga yang belum berhasil dihubungi. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih mungkin bertahan di tengah kehancuran akibat banjir dan longsor.




