Jakarta, 15 September 2026 – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan hubungan Indonesia dan China tetap terjaga dengan baik di tengah perkembangan situasi keamanan regional dan global. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangka kehadirannya pada Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, China. Sjafrie menyatakan Indonesia menjalankan hubungan dengan negara sahabat berdasarkan konstitusi, kepentingan nasional, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia juga tetap terbuka untuk berdialog dan bekerja sama dengan berbagai negara tanpa meninggalkan kepentingan nasional. Pendekatan tersebut menjadi dasar diplomasi pertahanan Indonesia dalam membangun hubungan internasional.
Beijing Xiangshan Forum 2026 berlangsung pada 15–17 September dengan mengangkat tema mengenai pembangunan konsensus untuk stabilitas dan penguatan tata kelola keamanan bersama. Forum tersebut mempertemukan pejabat pertahanan, perwira militer, diplomat, serta akademisi dari berbagai negara. Sejumlah sesi membahas perkembangan keamanan dan tatanan internasional di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Indonesia memandang forum tersebut sebagai ruang penting untuk menjaga komunikasi antarkomunitas pertahanan. Dialog dinilai dapat membantu meningkatkan rasa saling percaya sekaligus mengurangi risiko kesalahpahaman antarnegara.
Sjafrie menegaskan Indonesia terbuka melakukan pembicaraan dengan berbagai negara sahabat untuk memenuhi kepentingan nasional dan harapan masyarakat. Sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi landasan hubungan internasional Indonesia. Kerja sama pertahanan tidak diarahkan untuk membentuk keberpihakan terhadap kekuatan tertentu. Indonesia berupaya mempertahankan ruang komunikasi dengan berbagai pihak di tengah dinamika persaingan kekuatan besar. Prinsip kedaulatan dan saling menghormati tetap menjadi dasar dalam mengembangkan hubungan pertahanan.
Hubungan pertahanan Indonesia dan China sebelumnya juga diperkuat melalui pertemuan Sjafrie dengan Menteri Pertahanan China Dong Jun di Jakarta pada Agustus 2026. Kedua negara membahas peningkatan komunikasi antara kementerian pertahanan dan angkatan bersenjata, termasuk latihan bersama, pendidikan, serta pertukaran personel. Kerja sama industri pertahanan juga menjadi perhatian dengan pembahasan mengenai pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Indonesia dan China memiliki landasan Defence Cooperation Agreement yang menjadi salah satu dasar hubungan pertahanan kedua negara. Dialog tersebut diarahkan agar kerja sama dapat menghasilkan manfaat konkret tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing negara.
Dalam konteks keamanan kawasan, Indonesia tetap menempatkan stabilitas sebagai salah satu kepentingan utama. Dinamika di Laut China Selatan dan perkembangan keamanan Indo-Pasifik membutuhkan komunikasi yang konsisten agar perbedaan tidak berkembang menjadi ketegangan terbuka. Indonesia mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog serta penghormatan terhadap hukum internasional. Sentralitas ASEAN juga tetap menjadi bagian penting dalam pendekatan Indonesia terhadap keamanan kawasan. Kerja sama pertahanan dengan China dijalankan bersamaan dengan hubungan Indonesia dengan berbagai negara sahabat lainnya.
Beijing Xiangshan Forum juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas jaringan diplomasi pertahanan secara multilateral. Pertemuan dengan delegasi dari berbagai kawasan memungkinkan pertukaran pandangan mengenai ancaman tradisional maupun nontradisional. Tantangan seperti kejahatan siber, terorisme, perdagangan manusia, serta kejahatan lintas negara membutuhkan kerja sama yang semakin luas. Indonesia dapat menggunakan forum tersebut untuk menyampaikan kepentingan nasional sekaligus membangun komunikasi dengan mitra pertahanan. Hubungan bilateral dan forum multilateral dinilai dapat berjalan berdampingan untuk mendukung stabilitas regional.
Penegasan Sjafrie mengenai hubungan RI-China menunjukkan Indonesia berupaya mempertahankan diplomasi pertahanan yang terbuka di tengah perubahan geopolitik global. Kerja sama dengan China akan terus dikembangkan berdasarkan kepentingan nasional, kesetaraan, dan penghormatan terhadap kedaulatan. Pada saat yang sama, Indonesia tetap menjaga hubungan pertahanan dengan negara-negara lain sesuai prinsip bebas aktif. Beijing Xiangshan Forum 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertahankan komunikasi tersebut sekaligus membahas tantangan keamanan bersama. Melalui dialog dan kerja sama yang terukur, Indonesia berupaya berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan tanpa meninggalkan kepentingan nasionalnya.





