Jakarta, 6 September 2026 – Tiga member BLACKPINK, yakni Jennie, Lisa, dan Jisoo, kembali menarik perhatian penggemar setelah merilis karya solo terbaru dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Jennie menjadi yang pertama dengan merilis “Fallen Angel” pada 28 Agustus 2026, kemudian Lisa dan Jisoo menyusul melalui “SaWaDiKa” dan “CLICK” pada 4 September 2026 waktu Korea Selatan. Meski ketiganya berasal dari grup yang sama, masing-masing menghadirkan konsep musik dan video musik yang mempunyai identitas berbeda. Jennie mengeksplorasi visual gelap dan perjalanan menemukan kebebasan, Lisa membawa identitas Thailand secara kuat, sedangkan Jisoo memasuki dunia futuristik dengan karakter cyberborg. Perbedaan tersebut semakin memperlihatkan karakter individual ketiganya ketika menjalani aktivitas di luar BLACKPINK. Rangkaian perilisan yang hanya terpaut sekitar satu pekan itu sekaligus memberikan banyak materi baru bagi BLINK setelah BLACKPINK merayakan satu dekade perjalanan grup pada Agustus 2026.
Jennie membuka rangkaian comeback melalui proyek “Fallen Angel” yang dirilis pada 28 Agustus. Lagu tersebut menjadi bagian utama dari proyek digital dengan judul sama yang dirilis melalui label miliknya. Dalam karya terbarunya, Jennie membawa tema mengenai perjalanan seseorang menemukan kebebasan sekaligus menghadapi identitas baru yang selama ini mungkin belum sepenuhnya diterima. Tema pencarian tempat yang dapat disebut sebagai rumah juga menjadi bagian penting dari narasi yang dibangun dalam lagu tersebut. Pendekatan itu kemudian diterjemahkan melalui video musik dengan atmosfer yang jauh lebih gelap dibandingkan sejumlah karya Jennie sebelumnya. Penggunaan simbol, pencahayaan dramatis, kostum, serta rangkaian adegan yang penuh interpretasi membuat video musik tersebut langsung memancing diskusi di kalangan penggemar.
Visual “Fallen Angel” bahkan menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan setelah video musiknya dirilis. Sejumlah penonton menginterpretasikan beberapa elemen di dalamnya sebagai simbol religius maupun gambaran mengenai sosok malaikat yang jatuh, sementara interpretasi lain berkembang luas di media sosial. Namun, berbagai tafsir tersebut merupakan pembacaan penonton terhadap bahasa visual yang digunakan dan tidak serta-merta menjadi penjelasan resmi mengenai keseluruhan konsep Jennie. Dari sisi cerita, video tersebut lebih luas menggambarkan transformasi, identitas, keterasingan, dan upaya mendapatkan kebebasan. Jennie memanfaatkan pendekatan sinematik untuk memberikan ruang kepada penonton dalam membaca setiap adegan berdasarkan perspektif masing-masing. Strategi tersebut membuat “Fallen Angel” bukan hanya diperbincangkan dari sisi musik, tetapi juga menjadi bahan diskusi mengenai pesan di balik visualnya.
Berbeda dari Jennie, Lisa memilih menjadikan akar budayanya sebagai salah satu kekuatan utama dalam “SaWaDiKa”. Judul lagu tersebut mengambil inspirasi dari ungkapan sapaan dalam bahasa Thailand, negara asal Lisa sebelum dirinya membangun karier sebagai idol K-pop di Korea Selatan. Video musiknya mengambil lokasi di Bangkok dan menghadirkan sejumlah elemen yang memperkuat hubungan karya tersebut dengan identitas Thailand. Lisa tetap mempertahankan karakter hip-hop dan kemampuan rap yang selama ini menjadi salah satu cirinya ketika tampil sebagai solois. Pendekatan tersebut membuat “SaWaDiKa” terasa personal karena Lisa tidak hanya memperkenalkan musik baru, tetapi juga membawa bagian dari latar belakang dirinya kepada audiens global. Lagu itu sekaligus menjadi pembuka menuju proyek solo Lisa berikutnya yang telah dipersiapkan untuk dirilis pada Oktober 2026.
“SaWaDiKa” merupakan single pra-rilis untuk EP terbaru Lisa bertajuk “PRESS PLAY” yang dijadwalkan hadir pada 23 Oktober 2026. Proyek tersebut menjadi kelanjutan perjalanan solo Lisa setelah dirinya semakin aktif mengembangkan karier secara independen di luar aktivitas grup. Melalui rilisan kali ini, identitas Thailand ditempatkan lebih menonjol tanpa menghilangkan karakter internasional yang telah melekat pada karier Lisa. Penggunaan Bangkok sebagai bagian dari visual video musik memberikan kesempatan untuk memperlihatkan lingkungan yang mempunyai hubungan langsung dengan perjalanan hidupnya. Pilihan tersebut sekaligus membedakan “SaWaDiKa” dari “Fallen Angel” yang lebih banyak mengandalkan simbolisme dan atmosfer gelap. Dengan karakter rap yang kuat serta pendekatan visual yang berakar pada identitas pribadi, Lisa kembali memperlihatkan arah musik yang ingin dibangunnya sebagai solois.
Jisoo kemudian melengkapi rangkaian comeback tiga member BLACKPINK melalui single “CLICK”. Lagu tersebut menjadi single pra-rilis pertama menuju album penuh solo perdananya dan membawa Jisoo ke konsep yang berbeda dari dua rekannya. Video musik “CLICK” menggunakan latar sebuah taman hiburan terbengkalai dengan atmosfer futuristik dan sedikit nuansa pasca-apokaliptik. Jisoo digambarkan sebagai sosok cyberborg yang menemukan sebuah robot berbentuk boneka beruang dan kemudian berhasil menghidupkannya kembali. Perjalanan karakter tersebut berkembang hingga dirinya bertemu dengan cyberborg lain dan merasakan hubungan yang muncul secara alami. Konsep tersebut digunakan untuk menerjemahkan tema lagu mengenai dua sosok yang mengetahui bahwa mereka seharusnya tidak saling tertarik, tetapi tetap menemukan hubungan yang sulit dihindari.
Video musik “CLICK” juga mendapatkan perhatian karena diarahkan oleh Joseph Kahn, sutradara Korea-Amerika yang memiliki rekam jejak panjang menggarap video musik sejumlah musisi internasional. Keterlibatannya memberikan sentuhan sinematik yang kuat pada dunia futuristik yang dibangun untuk Jisoo. Taman hiburan tua, karakter robot, pencahayaan, hingga elemen teknologi menjadi bagian dari cerita dan bukan sekadar dekorasi visual. Pendekatan tersebut terasa berbeda dari karakter romantis yang sebelumnya cukup kuat melekat pada sejumlah proyek solo Jisoo. Transformasi menjadi cyberborg memberikan ruang baginya untuk mengeksplorasi sisi yang lebih eksperimental tanpa sepenuhnya meninggalkan unsur emosional dalam cerita. “CLICK” pun menjadi gambaran awal mengenai kemungkinan arah artistik yang akan dibawa Jisoo menuju album penuh pertamanya.
Perilisan karya Jennie, Lisa, dan Jisoo dalam waktu berdekatan menjadi menarik karena ketiganya tidak terlihat mengikuti formula visual yang sama. Jennie menggunakan simbolisme dan atmosfer gelap untuk berbicara mengenai identitas serta kebebasan, sementara Lisa menempatkan budaya Thailand sebagai fondasi visual sekaligus identitas musiknya. Jisoo mengambil arah futuristik dengan menggabungkan romansa dan dunia cyberborg di sebuah taman hiburan yang telah kehilangan kehidupan. Ketiga pendekatan tersebut memperlihatkan ruang kreatif yang semakin luas setelah para member mengembangkan aktivitas solo masing-masing. Mereka tetap menjadi bagian dari BLACKPINK, tetapi proyek individual memberikan kesempatan untuk menunjukkan karakter yang tidak selalu dapat dieksplorasi ketika tampil dalam format grup. Perbedaan tersebut justru membuat setiap comeback mempunyai daya tarik sendiri bagi penggemar.
Fenomena perilisan berdekatan sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Jennie, Lisa, dan Jisoo. Pada 2025, ketiganya juga meluncurkan proyek solo dalam rentang waktu yang relatif dekat. Jisoo ketika itu merilis “AMORTAGE” pada Februari, disusul Lisa melalui “Alter Ego” pada akhir bulan yang sama, kemudian Jennie menghadirkan “Ruby” pada awal Maret. Situasi serupa kembali terjadi pada 2026, tetapi kali ini jaraknya bahkan jauh lebih rapat. Kondisi tersebut membuat tiga member BLACKPINK berada dalam periode promosi solo yang sama dan secara tidak langsung menempatkan karya mereka pada tangga musik dalam waktu bersamaan. Meski demikian, perbedaan konsep membuat setiap rilisan memiliki target artistik dan karakter yang dapat dinikmati secara terpisah.
Rosé menjadi satu-satunya member BLACKPINK yang belum bergabung dalam rangkaian comeback solo terbaru tersebut. Hingga awal September 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan proyek solo barunya. Rosé sebelumnya telah membangun momentum besar melalui album “rosie” yang dirilis pada Desember 2024 dan menghasilkan sejumlah karya yang mendapatkan perhatian internasional. Kondisi tersebut membuat penggemar turut menantikan langkah berikutnya dari penyanyi kelahiran Selandia Baru itu. Sementara menunggu karya Rosé, perhatian saat ini terbagi pada promosi Jennie, Lisa, dan Jisoo dengan proyek masing-masing. Aktivitas individual tersebut menunjukkan bagaimana setiap anggota terus mengembangkan identitas personal tanpa menghilangkan keterkaitan mereka sebagai BLACKPINK.
Rangkaian comeback Jennie, Lisa, dan Jisoo pada akhirnya memberikan gambaran mengenai semakin beragamnya arah kreatif para member BLACKPINK setelah satu dekade berkarier. “Fallen Angel”, “SaWaDiKa”, dan “CLICK” tidak hanya berbeda dari sisi musik, tetapi juga menawarkan dunia visual yang mempunyai bahasa serta cerita masing-masing. Jennie membawa perjalanan gelap menuju kebebasan, Lisa memperlihatkan kebanggaan terhadap akar Thailand, sedangkan Jisoo mengeksplorasi romansa melalui dunia futuristik. Perbedaan tersebut membuat perilisan yang berdekatan tidak sekadar menghadirkan tiga lagu baru dalam waktu singkat, tetapi juga memperlihatkan perkembangan karakter mereka sebagai solois. Dengan Lisa dan Jisoo masih menyiapkan proyek lanjutan setelah single pra-rilis masing-masing, aktivitas solo para member diperkirakan tetap menjadi perhatian dalam beberapa bulan mendatang. Bagi BLINK, periode ini menjadi kesempatan melihat empat anggota BLACKPINK terus memperluas identitas artistik mereka, baik sebagai bagian dari grup maupun melalui perjalanan musik masing-masing.





