Jakarta, 14 Mei 2026 – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mulai melakukan pemetaan terhadap ekosistem komoditas produk tembakau di Indonesia sebagai bagian dari upaya memahami keterkaitan sektor pertanian, industri, ekonomi, hingga sosial masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut. Langkah ini dinilai penting mengingat tembakau masih menjadi salah satu komoditas dengan rantai ekonomi besar yang melibatkan jutaan tenaga kerja mulai dari petani, buruh pabrik, distribusi, hingga pelaku usaha kecil di berbagai daerah penghasil tembakau nasional.
Melalui pemetaan tersebut, BRIN disebut ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekosistem industri tembakau di Indonesia, termasuk pola produksi, distribusi, konsumsi, hingga dampak ekonomi dan sosialnya terhadap masyarakat. Penelitian ini juga mencakup identifikasi wilayah sentra tembakau, karakteristik petani, kontribusi industri hasil tembakau terhadap ekonomi daerah, serta tantangan yang dihadapi sektor tersebut di tengah perubahan regulasi dan tren kesehatan global yang terus berkembang.
Industri tembakau di Indonesia memang memiliki posisi yang kompleks karena di satu sisi menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat, namun di sisi lain juga terus menjadi perhatian dari aspek kesehatan publik. Karena itu, BRIN menilai pendekatan berbasis data dan riset sangat diperlukan agar kebijakan terkait tembakau dapat disusun secara lebih komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek secara seimbang. Pemetaan ini diharapkan mampu memberikan dasar ilmiah dalam melihat hubungan antara kepentingan ekonomi, tenaga kerja, kesehatan, dan keberlanjutan industri di masa depan.
Pengamat ekonomi pertanian menilai riset seperti ini penting karena sektor tembakau tidak hanya berkaitan dengan industri rokok semata, tetapi juga menyangkut struktur ekonomi masyarakat di sejumlah daerah yang sangat bergantung pada hasil pertanian tembakau. Banyak petani di wilayah tertentu menjadikan tembakau sebagai komoditas utama karena nilai ekonominya relatif tinggi dibanding tanaman lain. Namun tantangan seperti perubahan regulasi, tekanan pasar global, dan isu kesehatan membuat sektor ini membutuhkan strategi adaptasi jangka panjang agar tetap mampu bertahan.
Melalui pemetaan ekosistem komoditas tembakau, BRIN diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya berbasis kepentingan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Banyak pihak berharap hasil penelitian tersebut nantinya dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih terukur dan adil, baik bagi petani, industri, maupun masyarakat luas di tengah dinamika industri tembakau yang terus berubah di tingkat nasional maupun global.







