Jakarta, 5 September 2026 – Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata memberikan pesan khusus kepada jajaran PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) agar terus memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik. Tiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan transformasi perusahaan sekaligus menjalankan mandat strategis yang diberikan pemerintah. Seluruh jajaran perusahaan diharapkan mampu bekerja secara adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil tanpa mengabaikan prinsip kepatuhan. Penguatan tata kelola juga diperlukan agar setiap keputusan yang diambil dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Pesan tersebut disampaikan di tengah upaya Agrinas Palma memperkuat organisasi dan perannya dalam mendukung agenda ketahanan pangan serta energi nasional.
Arahan Tedi disampaikan dalam kegiatan bersama jajaran Agrinas Palma Nusantara dan para purnawirawan TNI yang bertugas di lingkungan perusahaan. Pertemuan tersebut turut menjadi momentum untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi di antara seluruh unsur organisasi. Menurut Tedi, soliditas perusahaan perlu berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola yang baik agar transformasi dapat memberikan hasil yang berkelanjutan. Setiap individu di dalam perusahaan harus memiliki kesamaan tujuan serta menjalankan tanggung jawab secara profesional. Kepatuhan terhadap aturan juga harus menjadi bagian dari budaya kerja dan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif.
Selain Tedi Bharata, kegiatan tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden RI untuk Danantara Mayjen TNI (Purn.) Zacky Anwar Makarim, jajaran komisaris, direksi, manajemen, serta sejumlah purnawirawan TNI yang bertugas di lingkungan perusahaan. Zacky menekankan pentingnya mempertahankan semangat pengabdian dalam setiap penugasan yang dijalankan. Kedisiplinan, loyalitas, dan integritas yang telah terbentuk selama menjalankan tugas sebelumnya dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendukung perusahaan. Pengalaman tersebut diharapkan diterjemahkan menjadi kinerja profesional yang memberikan manfaat nyata. Orientasi kerja juga harus diarahkan pada kepentingan perusahaan, masyarakat, dan negara.
Komisaris Utama Agrinas Palma Nusantara Letjen TNI (Purn.) R. Wisnoe Prasetija Boedi turut menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan. Menurutnya, pengalaman serta semangat pengabdian yang dimiliki jajaran perusahaan harus diwujudkan melalui budaya kerja yang disiplin, solid, dan bertanggung jawab. Kekompakan organisasi menjadi penting karena Agrinas Palma memperoleh sejumlah tugas strategis yang membutuhkan koordinasi lintas fungsi. Kepentingan perusahaan dan negara juga harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Prinsip tersebut diharapkan dapat menjaga organisasi tetap fokus ketika menghadapi berbagai tantangan operasional.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan soliditas seluruh jajaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perusahaan menjalankan mandat pemerintah. Kesamaan visi dibutuhkan agar setiap program dapat dilaksanakan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Besarnya tanggung jawab yang dipercayakan kepada perusahaan membuat koordinasi internal harus semakin kuat. Seluruh jajaran juga dituntut memiliki integritas serta kesamaan langkah dalam melaksanakan setiap penugasan. Dengan organisasi yang solid, perusahaan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung kepentingan strategis negara.
Pesan mengenai tata kelola tersebut sejalan dengan proses transformasi yang tengah dilakukan Agrinas Palma. Perusahaan sebelumnya telah memperkuat sejumlah sistem bisnis melalui digitalisasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Salah satunya dilakukan melalui penerapan Integrated Procurement System atau IPS dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sistem tersebut mengintegrasikan tahapan pengadaan mulai dari perencanaan kebutuhan, pemilihan penyedia, pengendalian hingga dokumentasi. Digitalisasi diharapkan membuat proses pengadaan menjadi lebih transparan, kompetitif, efisien, dan dapat dipantau secara lebih baik.
Penguatan tata kelola menjadi semakin penting karena skala penugasan yang diemban Agrinas Palma cukup besar. Perusahaan mendapatkan mandat mengelola jutaan hektare lahan perkebunan yang berada di kawasan hutan dan tersebar di berbagai daerah Indonesia. Agrinas Palma juga mengembangkan sejumlah komoditas strategis seperti kelapa sawit, jagung, kedelai, dan singkong yang kemudian diarahkan terintegrasi dengan industri hilir. Pengembangan biodiesel dan bioetanol menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan energi. Besarnya skala bisnis tersebut membuat mekanisme pengawasan, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan yang akuntabel menjadi semakin dibutuhkan.
Transformasi yang dilakukan mulai tercermin pada kinerja perusahaan sepanjang semester pertama 2026. Agrinas Palma mencatat penjualan sebesar Rp1,82 triliun atau meningkat 184 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat mencapai Rp890 miliar dengan pertumbuhan sekitar 150 persen secara tahunan, sedangkan EBITDA mencapai Rp870 miliar atau tumbuh 146 persen. Perusahaan mengaitkan perkembangan tersebut dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan produktivitas hingga efisiensi operasional. Capaian itu sekaligus menjadi modal untuk melanjutkan transformasi pada semester kedua tahun ini.
Di sisi operasional, perusahaan juga memperkuat sistem penjualan melalui mekanisme tender yang lebih transparan, melakukan verifikasi aset menggunakan pemetaan udara, menerapkan digital farming, serta mempersiapkan implementasi Enterprise Resource Planning. Penyederhanaan struktur organisasi juga dilakukan agar perusahaan menjadi lebih adaptif dan efisien. Selain itu, kemitraan dengan koperasi serta masyarakat di sekitar wilayah operasional terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem bisnis perusahaan. Seluruh langkah tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang konsisten agar ekspansi bisnis tidak mengurangi kualitas tata kelola. Karena itu, arahan BP BUMN mengenai profesionalisme dan akuntabilitas menjadi relevan dengan fase transformasi yang sedang dijalankan.
Melalui penguatan integritas, soliditas, profesionalisme, dan tata kelola, Agrinas Palma diharapkan mampu menjalankan mandat pemerintah secara lebih efektif sekaligus menjaga kesehatan perusahaan dalam jangka panjang. BP BUMN menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya aset, pendapatan, ataupun ekspansi bisnis, tetapi juga dari kualitas proses yang mendasari setiap keputusan. Kepatuhan dan akuntabilitas menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menghasilkan nilai tambah. Agrinas Palma pun berkomitmen melanjutkan transformasi organisasi dan bisnis untuk mendukung ketahanan pangan serta energi nasional. Penguatan tata kelola diharapkan memastikan setiap penugasan negara dapat dijalankan secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.





