Jakarta, 21 September 2026 – BYD kembali memperbarui lini kendaraan listriknya dengan meluncurkan Atto 2 terbaru untuk pasar China. SUV listrik kompak yang di negara asalnya menggunakan nama Yuan UP tersebut kini hadir sebagai model 2027 melalui varian Feichi Edition. Salah satu perubahan paling menarik terdapat pada sektor baterai karena BYD menyediakan versi dengan jarak tempuh hingga 501 kilometer. Harga yang ditawarkan juga cukup kompetitif, mulai 74.800 yuan atau sekitar Rp190 jutaan. Sementara varian tertinggi dibanderol 104.800 yuan atau berada di kisaran Rp270 jutaan berdasarkan kurs saat ini. Harga tersebut merupakan banderol untuk pasar China dan bukan harga resmi BYD Atto 2 di Indonesia.
Secara tampilan, Atto 2 terbaru masih mempertahankan karakter SUV kompak dengan desain modern dan bentuk bodi yang relatif sederhana. Dimensinya juga tidak mengalami perubahan besar dibandingkan model sebelumnya. Mobil memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, dan tinggi 1.675 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.620 mm sehingga dimensinya cocok ditempatkan di segmen SUV listrik kompak. BYD tetap menggunakan e-Platform 3.0 yang telah menjadi basis sejumlah kendaraan listrik perusahaan tersebut. Teknologi Cell-to-Body juga dipertahankan untuk mengintegrasikan baterai dengan struktur kendaraan.
Perubahan paling penting justru berada di bagian yang tidak langsung terlihat dari luar, yakni baterai. BYD menawarkan tiga pilihan Blade Battery berbahan lithium iron phosphate atau LFP. Pilihan pertama memiliki kapasitas 32 kWh dengan klaim jarak tempuh 301 kilometer berdasarkan standar CLTC. Di atasnya tersedia baterai 45,12 kWh dengan kemampuan menjangkau sekitar 401 kilometer. Varian terbaru mendapatkan baterai lebih besar berkapasitas 51,13 kWh. Paket baterai tersebut memungkinkan Atto 2 mencapai jarak tempuh hingga 501 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Peningkatan tersebut cukup signifikan karena sebelumnya daya jelajah maksimum Yuan UP berada di kisaran 401 kilometer. Jika menggunakan standar pengujian WLTC yang berbeda dari CLTC, jarak tempuh versi baterai terbesar diperkirakan berada di sekitar 370 kilometer. Angka yang diperoleh dalam penggunaan sehari-hari tentu dapat berubah bergantung pada kondisi lalu lintas, kecepatan, temperatur, penggunaan pendingin udara, dan gaya berkendara. BYD juga membekali kendaraan dengan kemampuan pengisian cepat DC. Pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kemampuan tersebut membuat pengguna dapat memperoleh tambahan daya cukup besar ketika berhenti dalam perjalanan.
Menariknya, BYD justru menyeragamkan motor listrik pada seluruh lima varian Atto 2 terbaru. Motor listrik yang ditempatkan di bagian depan menghasilkan tenaga maksimum 70 kW atau sekitar 94 hp dengan torsi puncak 180 Nm. Konfigurasi tersebut berbeda dibandingkan Yuan UP sebelumnya yang menyediakan pilihan motor 70 kW dan versi lebih bertenaga 130 kW. Dengan demikian, pembeli varian baterai terbesar tidak mendapatkan peningkatan tenaga, melainkan keuntungan utama berupa daya jelajah yang lebih panjang. Strategi tersebut tampaknya diarahkan untuk menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan harga kendaraan tetap kompetitif. Sistem suspensi menggunakan MacPherson strut di bagian depan dan torsion beam pada bagian belakang.
Penyegaran juga dilakukan pada bagian eksterior melalui pilihan warna baru. BYD menyediakan warna Energetic Yellow dan Oxygen Blue yang membuat tampilan SUV kompak tersebut terlihat lebih segar. Pada varian tertentu tersedia pelek alloy berukuran 17 inci dengan desain low-drag untuk membantu mengurangi hambatan aerodinamika. Desain dasar kendaraan tidak mengalami perubahan radikal sehingga identitas Yuan UP atau Atto 2 masih mudah dikenali. Lampu depan tetap dibuat ramping dengan garis bodi sederhana yang memberikan karakter modern. Bagian belakang juga mempertahankan desain lampu yang membentang untuk memperkuat kesan lebar.
Perubahan yang lebih terasa dapat ditemukan ketika masuk ke dalam kabin. Tuas transmisi yang sebelumnya berada di konsol tengah kini dipindahkan ke batang di balik lingkar kemudi. Perubahan tersebut memberikan ruang penyimpanan lebih besar pada konsol tengah. BYD juga menyediakan pengisi daya nirkabel 50 watt dengan sistem pendingin pada varian tertentu. Fitur kenyamanan lainnya meliputi jok depan dengan pemanas dan ventilasi, ventilasi AC untuk penumpang belakang, serta panoramic glass roof yang dilengkapi sunshade elektrik. Pengguna juga dapat membuka kendaraan menggunakan smartphone melalui teknologi NFC pada tipe yang mendukung fitur tersebut.
Sistem hiburannya mengandalkan DiLink 100 yang terhubung dengan layar sentuh tengah berukuran 12,8 inci. Seperti sejumlah model BYD lainnya, layar tersebut dapat diputar sehingga orientasinya dapat berubah antara posisi horizontal dan vertikal. Di depan pengemudi terdapat panel instrumen digital berukuran 8,8 inci yang menampilkan berbagai informasi kendaraan. Sistem perintah suara juga mampu mengenali instruksi dari beberapa zona di dalam kabin. Pada varian tertentu, BYD memberikan sistem bantuan pengemudi DiPilot C. Teknologi tersebut mendukung sejumlah fungsi seperti bantuan navigasi ketika berkendara di jalan tol hingga fitur parkir otomatis.
Harga menjadi salah satu aspek yang membuat pembaruan Atto 2 menarik perhatian. Lima varian yang dipasarkan di China berada dalam rentang 74.800 yuan sampai 104.800 yuan. BYD juga menawarkan insentif trade-in sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp13 jutaan kepada konsumen yang memenuhi persyaratan. Namun, konversi sekitar Rp190 jutaan pada varian termurah tidak dapat digunakan sebagai patokan apabila kendaraan tersebut nantinya dipasarkan di Indonesia. Pajak, biaya logistik, spesifikasi lokal, kebijakan pemerintah, hingga strategi harga BYD di setiap negara dapat membuat banderolnya berbeda. Sampai saat ini belum ada pengumuman bahwa Yuan UP Feichi Edition terbaru tersebut akan dipasarkan di Indonesia dengan harga serupa.
Kehadiran model terbaru tersebut sekaligus memperkuat persaingan kendaraan listrik berukuran kompak di China. Yuan UP sendiri mencatat penjualan 22.958 unit sepanjang Agustus 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Penambahan baterai 51,13 kWh membuat BYD memiliki daya tarik baru bagi konsumen yang menginginkan kendaraan kompak dengan jarak tempuh lebih panjang. Di sisi lain, banderol awal tetap dipertahankan pada level yang relatif terjangkau untuk pasar domestik China. Kombinasi harga, Blade Battery, kabin yang diperbarui, dan jangkauan 501 kilometer menjadi senjata utama Atto 2 terbaru. Bagi konsumen Indonesia yang tertarik dengan banderol Rp190 jutaan tersebut, masih perlu menunggu keputusan resmi BYD mengenai kemungkinan membawa versi terbaru ini ke pasar Tanah Air.




