Maharashtra, 22 Agustus 2026 – Persoalan cicilan iPhone berujung tragedi memilukan di Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, India, setelah seorang pemuda dan kedua orang tuanya tewas jatuh dari sebuah tebing. Peristiwa tersebut bermula dari persoalan pembayaran cicilan iPhone yang dibeli sang anak melalui skema angsuran. Pemuda tersebut disebut kesulitan memenuhi pembayaran cicilan dan kemudian terlibat pertengkaran dengan keluarganya. Dalam kondisi emosi, ia pergi ke kawasan perbukitan dan berdiri di tepi tebing sambil mengancam akan mengakhiri hidupnya. Upaya keluarga, warga, dan polisi untuk membujuknya selama berjam-jam berakhir tragis ketika sang ayah berusaha menariknya dari tepi tebing, tetapi keduanya justru terjatuh dan kemudian disusul sang ibu.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Tisgaon, wilayah yang berada dalam yurisdiksi Waluj MIDC, Chhatrapati Sambhajinagar. Pemuda tersebut diketahui bernama Kunal dan berusia sekitar 18 tahun. Ia pergi menuju kawasan perbukitan sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah terjadi pertengkaran dengan ayahnya mengenai pembayaran cicilan iPhone. Kunal kemudian berdiri di bagian tepi bukit dan menyampaikan ancaman akan melompat. Situasi tersebut membuat kedua orang tuanya menyusul ke lokasi bersama warga sekitar yang kemudian berusaha mencegahnya melakukan tindakan berbahaya.
Selama hampir tiga jam, berbagai upaya dilakukan untuk membujuk Kunal agar menjauh dari tebing. Sang ibu terus meminta anaknya mempertimbangkan keselamatan dirinya dan memikirkan keluarga. Warga yang berada di lokasi juga ikut berbicara dan mencoba meyakinkan Kunal agar turun dari bukit. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi turut berusaha melakukan pendekatan untuk meredakan situasi. Namun, Kunal tetap bertahan di dekat tepi tebing dan tidak bersedia meninggalkan lokasi. Ketegangan semakin meningkat karena setiap pergerakan ke arah tepi bukit dapat membahayakan keselamatannya.
Persoalan cicilan iPhone disebut menjadi pemicu awal pertengkaran dalam keluarga tersebut. Kunal diketahui membeli iPhone dengan sistem cicilan, tetapi kemudian mengalami kesulitan untuk membayar angsuran. Ia disebut beberapa kali meminta bantuan kepada keluarganya untuk memenuhi pembayaran bulanan. Persoalan mengenai cicilan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran dengan ayahnya sebelum Kunal meninggalkan rumah dan menuju kawasan bukit. Polisi masih melakukan pendalaman mengenai kondisi keluarga dan latar belakang persoalan tersebut untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap.
Situasi di atas bukit berlangsung cukup lama dan menarik perhatian warga sekitar maupun orang-orang yang berada di kawasan tersebut. Sebagian warga bahkan ikut membantu membujuk Kunal agar tidak melakukan tindakan berbahaya. Mereka mencoba mengingatkan bahwa persoalan mengenai pembayaran cicilan masih dapat diselesaikan dengan berbagai cara dan tidak sebanding dengan kehilangan nyawa. Namun, bujukan tersebut belum berhasil membuat Kunal meninggalkan tepi tebing. Polisi juga berada di lokasi untuk mengupayakan penyelesaian secara aman tanpa melakukan tindakan yang justru dapat membuat situasi semakin berbahaya.
Menjelang akhir upaya penyelamatan, sang ayah yang sebelumnya berada di bawah kemudian memanjat menuju posisi anaknya. Ia berusaha mendekati Kunal ketika pemuda tersebut semakin dekat dengan bagian tepi tebing. Sang ayah kemudian mencoba menarik atau meraih tubuh anaknya agar menjauh dari jurang. Namun, kondisi di sekitar tebing membuat keduanya kehilangan keseimbangan. Kunal dan ayahnya akhirnya jatuh ke bagian bawah bukit dan mengalami kondisi fatal. Peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat sehingga upaya penyelamatan yang telah dilakukan selama berjam-jam berakhir dengan kematian keduanya.
Ayah Kunal diketahui bernama Murlidhar Chandgude, sedangkan ibunya bernama Sangeeta. Setelah melihat suami dan anaknya terjatuh, Sangeeta berada dalam kondisi panik dan kemudian ikut terjatuh dari kawasan bukit. Ketiga anggota keluarga tersebut akhirnya meninggal dunia akibat rangkaian kejadian tersebut. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap ketiganya dan membawa jenazah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga melakukan penanganan di lokasi serta mengumpulkan keterangan dari warga yang menyaksikan kejadian.
Sejumlah saksi mengungkapkan bahwa upaya membujuk Kunal sebenarnya telah dilakukan sejak awal. Warga dan keluarganya berulang kali meminta pemuda tersebut tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Mereka juga berusaha mengingatkan mengenai masa depannya dan meminta agar ia mempertimbangkan kondisi orang tuanya. Keberadaan polisi di lokasi juga menunjukkan bahwa situasi tersebut telah mendapat penanganan dari pihak berwenang. Namun, kondisi emosional Kunal membuat proses pendekatan berjalan sulit hingga akhirnya terjadi insiden jatuh dari tebing.
Tragedi tersebut kemudian mendapat perhatian luas karena persoalan yang menjadi pemicu awal berkaitan dengan kewajiban pembayaran sebuah perangkat elektronik. Pembelian barang dengan sistem cicilan memang membuat seseorang dapat memperoleh barang dengan pembayaran secara bertahap, tetapi kewajiban tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan finansial. Ketika pembayaran tidak mampu dipenuhi, persoalan ekonomi dapat berkembang menjadi tekanan bagi individu maupun keluarga. Dalam kasus ini, persoalan pembayaran iPhone disebut menjadi bagian dari konflik keluarga sebelum akhirnya berkembang menjadi tragedi yang merenggut tiga nyawa.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian. Pemeriksaan terhadap saksi diperlukan untuk mengetahui bagaimana pertengkaran bermula, apa yang terjadi sebelum Kunal pergi ke bukit, serta bagaimana proses negosiasi berlangsung selama hampir tiga jam. Polisi juga perlu memastikan tidak terdapat faktor lain yang memengaruhi tindakan Kunal selain persoalan pembayaran cicilan. Informasi mengenai kondisi psikologis pemuda tersebut juga masih harus dipastikan melalui pemeriksaan yang sesuai dan tidak semata-mata berdasarkan dugaan yang beredar. Seluruh keterangan akan menjadi bagian dari proses untuk menjelaskan secara utuh bagaimana tragedi tersebut terjadi.
Kematian Kunal bersama kedua orang tuanya menjadi akhir tragis dari persoalan keluarga yang awalnya berkaitan dengan cicilan iPhone. Sang pemuda dilaporkan kesulitan membayar angsuran, kemudian bertengkar dengan ayahnya dan pergi ke kawasan perbukitan sambil mengancam akan mengakhiri hidup. Hampir tiga jam keluarga, warga, dan polisi berusaha membujuknya, tetapi keadaan berubah ketika sang ayah mencoba meraih anaknya dan keduanya terjatuh dari tebing. Sang ibu kemudian ikut terjatuh setelah melihat suami dan anaknya mengalami kecelakaan tersebut. Ketiganya meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan keuangan yang berat membutuhkan penyelesaian dan dukungan yang tepat agar tidak berkembang menjadi situasi yang membahayakan kehidupan.






